Bukan angka keramat, bukan 17 September, dan bukan juga kombinasi kunci gembok. 1709 adalah unit tempat saya di karantina selama lebih dari 2 minggu pada saat mengikuti Pemilihan Abang None Jakarta 2009 di Grand Tropic Suites Hotel, Jakarta Barat.
Posting-an ini saya dedikasikan kepada keenam penghuni unit kamar tersebut; Nara Radhitya Kosasih (Kep. Seribu), Ivan Kurnia Budianto (Jakarta Selatan), Anom Adimasetio (Jakarta Selatan), Muhammad Ghivari (Kep. Seribu), Tegar (Jakarta Timur), dan saya, Muhammad Cipta Suhada (Jakarta Barat).

Well, saya cuma mau mengenalkan penghuni-penghuni unit ini yang sudah mengisi hari-hari karantina saya, sehingga menjadi lebih berwarna, sedikit.
Kita mulai dari penghuni unit pertama, Bang Ivan dan Bang Nara.
Nama: Ivan Kurnia Budianto
Jabatan: Wakil I Abang Jakarta Selatan 2009
Pendidikan terakhir: Lulusan S-1 Teknik Industri, Universitas Pancasila
Testimonial: Bang Ivan terkenal dengan ke-cool-annya. Dia tidak banyak bicara, tetapi berhasil menunjukkan bukti otentik keeksisannya di dunia permodelan. Ia muncul di beberapa billboard di jalanan ibukota, muncul di iklan media cetak, dsb.

Nama: Nara Radhitya Kosasih
Jabatan: Wakil I Abang Jakarta Kep. Seribu 2009
Pendidikan terakhir: Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Pelita Harapan
Testimonial: Bang Nara adalah sosok abang yang bersahaja. Di wilayahnya, dia berhasil mendapatkan seorang none (Dasar buaya lo, Nar. Hehe, becanda). Ia dapat menempatkan diri dengan baik sekali. Pada saat bercanda, dia bisa konyoool, dan pada saat diskusi, dia bisa terlihat begitu pintar. Terkadang dia bisa jadi pendiam kalau sedang ada masalah. Kelakuannya yang suka kadang-kadang ajaib, membuat suasana kamar menjadi berwarna.
Selanjutnya adalah penghuni kamar kedua, Bang Tegar dan saya (Kalau testimonial tentang saya, gak perlu, kan? Hehe).
Nama: Tegar
Jabatan: Abang Jakarta Timur 2009
Pendidikan terakhir: Psikologi, Universitas Indonesia
Testimonial: Bang Tegar adalah salah satu teman yang sangat perhatian. Senyumnya sangat khas, hampir sama di setiap foto, mirip dengan saya. Sebelum kenal pribadinya, saya pikir Tegar adalah orang yang sangat ‘dingin’ dan berwibawa. Ternyata..*peace, Gar. Selama dua minggu karantina, 90% saya habiskan dalam keadaan terkapar dan tidak fit. Sebagai teman sekamar, ntah terpaksa atau tidak, Tegar selalu setia melayani saya. Haha. Dia yang menawarkan diri untuk sekamar dengan saya ketika hari pertama saya sudah tepar, suka ngambilin makanan, izinin kalau tiba-tiba saya tidak kuat, ambilin obat, ambilin HP yang ditahan selama pembekalan materi, juga kita saling sharing dasi dan kemeja. Kami banyak bertukar cerita kehidupan di luar Abnon. Ternyata Tegar sudah mulai kuliah sejak tahun 2006 di sebuah sekolah tinggi untuk menjadi direktur. Begitu terangnya. Namun, pada tahun 2007 ia mencoba ujian masuk UI, dan sekarang, di sanalah ia menyelesaikan pendidikannya. Tegar sering saya marahi karena parfum AXE Chocolate yang ia gunakan, saya tidak suka baunya. Yaa, Tegar yang akan mendapatkan porsi testimonial paling banyak, karena pengalaman bersama dia yang paling banyak saya rasakan. Thanks, buddy!
Penghuni kamar terakhir adalah, Bang Vari dan Bang Anom.
Nama: Muhammad Ghivari
Jabatan: Abang Jakarta Kep. Seribu 2009
Pendidikan terakhir: Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Testimonial: Bang Vari, kelakuannya suka lucu, kayak Abnon cilik. Postur tubuhnya yang imut, najis, dan hidungnya yang besar membuat dia terkadang menjadi subjek yang menarik, haha. Vari merupakan seorang mantan penyiar di Mustang FM, ia pernah sekolah di USA, jadi gak heran kalau dia jago bahasa Inggris. Dia juga yang membuat jawaban saya pada malam final menjadi terdengar standard, karena bahasa Inggrisnya yang jauh lebih keren. FYI, Vari mendapatkan pertanyaan yang sama dengan saya pada malam final. Vari adalah saingan yang saya anggap cukup mematikan, ia mempunyai pengetahuan yang luas, dan menyampaikan pemikirannya dengan tajam, tepat sasaran. He’s a very good speaker.
Nama: Anom Adimasetio
Jabatan: Wakil II Abang Jakarta Selatan 2009
Pendidikan terakhir: Fakultas Ekonomi, Dept. Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Padjajaran
Testimonial: Bang Anom adalah abang yang paling banyak perkakasnya. Dia punya semuanya, sampai kita suka minta printilan dia, hehe. Anom setia kawan, ia rela berkorban untuk temannya. Dia juga teman satu unit yang perhatian ketika saya sakit. Btw, blog ini pun ada karena requestnya. Haha. Saat ini ia sedang menyelesaikan S-1 nya di UNPAD. Semoga cepat lulus, ya, Nom. Haha. Anak Bandung juga, ni.
Well, ini denah unit kami.

Unit 1709
Jadi unit ini seperti apartment. Ada dapur lengkap dengan kompor, kulkas, dan kitchen set, ruang tamu dengan sofa set dan TV, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 1 ruangan yang sampai detik ini saya tidak tau apa fungsinya. Ya, ruangan ini dekat dengan pintu masuk utama. Ukuran ruangannya kecil kurang dari 2×2 meter. Dan sampai sekarang, saya bingung, ruangan ini untuk apa. Mungkin untuk menyimpan koper-koper atau barang pribadi lainnya, atau mungkin untuk menghukum anak nakal.
Keliatan, kan, siapa yang paling bahagia hidupnya selama karantina. Kamar paling besar, ada wardrobe pribadi. So, gak heran Bang Vari berhasil mengharumkan unit 1709 di deretan pemenang Harapan I Abang Jakarta 2009. Selamat ya, Var.
Sekarang udah tau, kan, kenapa gue sakit terus 2 minggu karantina?