Senang Bertemu (kembali) Denganmu

Aku sempat berseringai dalam hati, entah kenapa, entah sampai kapan. Kutunjuk dalam-dalam lubang di hati ini, dia mengangguk, dia memang sedang terluka. Aku menunduk pada kenyataan hidup ketika harus menyembuhkan luka ini yang entah sampai kapan bisa terobati. Tunggu, ini bukan sakit hati, ini penyakit hati yang akupun mungkin belum temukan obatnya.

Tahun-tahun yang lalu, aku menemukan definisi tersempurna yang sering kusebut sebagai cinta. Cinta yang terkategori pada sesama manusia. Hal yang tidak mungkin kulakukan, tidak mungkin kuwujudkan, pada tahapnya menjadi terang dan nyata menjadi ungkapan dan bukti definisi atas cinta tersebut. Aku merangkak membuktikan cinta, membuktikan bahwa diri ini adalah manusia yang berkomitmen, ingin membahagiakan cinta yang lain. Bahkan ketika aku terbangun dari tidurku, komitmen ini terasa nyata, terasa tanpa henti menyeruak ke dalam benakku, masuk dan bertahta di tempat yang paling kokoh dalam hatiku.

Aku tumbuh menikmati cinta. Aku sadar aku menjadi kuat dalam cinta. Tidak peduli kenyataan pernah menyerangku, aku tahu aku sedang apa. Ini perjuanganku, jangan kau ganggu. Ketika itu membuatku lemah, aku tahu itu, tapi kubiarkan lemah itu menjadi perjuanganku.

Cintaku menenangkanku, aku biarkan logika ini disirami pelajaran hidup yang aku imani akan menguatkan sisi lain dalam hidupku, nanti. Ini pedoman yang menjadi arahku, bahwa takkan kusesali segala yang terjadi dalam perjuangan cintaku, aku akan menjadi orang yang kuat. Itu ikrarku.

Ada yang bilang aku bodoh, ada yang bilang aku gila, ada yang bilang aku sia-sia. Ya, itu juga definisi cinta untukku. Bodoh, gila, dan sia-sia. Mereka bukan aku, mereka tidak tahu perjuanganku dan imanku terhadap definisi ini. Aku merasa benar, dan ini bukan salahku, bukan juga urusan mereka.

Sampai akhirnya, aku menemukan pelajaran berat untuk tambahan definisi ini. Aku menyerah, sempat menyerah, dan akhirnya menyerah. Sempat aku katakan bahwa aku bukan orang yang mudah menyerah. Tapi aku harus melakukan ini sekarang, dan membiarkan orang menertawakanku. Tak apalah.

Aku sempat terdiam untuk beberapa lama. Mempelajari definisi-definisi yang hampir utuh mengenai cinta. Kubiarkan iman ini mendalami mana yang benar, untuk apa yang telah kubiarkan terjadi. Aku tidak menyesal, bahkan ketika aku tahu semuanya memang sia-sia, dan aku memang bodoh. Aku tahu itu. Aku dapat definisi lain. Kucoba berdiri, di atas imanku, perlahan tapi nyata.

Detik ini, aku menjadi lebih lengkap. Tahun itu aku berjuang sekuat tenaga menemukan definisi cinta. Yang aku kira itu adalah definisi cinta. Namun, setelah definisi itu semakin lengkap, aku menemukan bahwa hal ini bukanlah definisi yang kuharapkan, bukan begini harusnya cinta. Ternyata aku salah, tapi tidak sepenuhnya salah, ini adalah definisi hidup. Dan untuk itu, aku sadar bahwa pencarianku akan makna hidup dan berbagai embel-embelnya tidak akan secepat ini berakhir.

Aku yang arogan, aku yang sok tahu pada diriku sendiri, ternyata sempat salah. Ini juga definisiku tentang hidup.

Tahun ini, kubuka daftar panjang mengenai apa yang harus kucapai. Aku sempat ragu untuk memasukkan cinta di dalamnya lagi. Aku sudah punya rencana yang lebih besar. Biarlah kutunggu sampai kapan definisi yang gagal kutemukan itu menjadi lengkap. Tidak sepenuhnya kosong, tapi aku akan belajar menemukan definisimu bersama dengan kupahami definisi yang lain tentang hidupku, cinta.

Senang kau kembali muncul setelah aku hampir kehabisan asa, dalam bentuk yang lain, dalam definisi yang bertambah banyak, dalam relung yang lebih luas, dalam keyakinan yang lebih dalam.

Tunggu aku, di sana.

Satu pemikiran pada “Senang Bertemu (kembali) Denganmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s