Kedai Kopi. Kopi. Santai.

Courtesy from intelligentrunning.com

 

Berapa banyak kedai kopi yang bisa kita temukan di Jakarta? Ya, sebutlah tiap jarak beberapa ratus meter, atau mungkin di setiap mal yang jumlahnya puluhan, di banyak gedung kantor, atau mungkin warung-warung kecil pinggir jalan, berjualan kopi.

Dari kopi yang harganya Rp2000 per gelas, sampai yang harganya mencapai ratusan ribu pergelasnya, ya, sebut saja kopi termahal di dunia kebanggaan Indonesia, kopi Luwak. Dalam seruput demi seruput kehangatan yang ditawarkan kopi, dalam tiap rupiah yang kita telan untuk menuai sensasi biji kopi yang sudah melalui proses pengolahan panjang.

Mereka yang menggilai kopi, justru paham betul mana yang kopi betulan, mana yang mungkin kopi oplosan. *ada gak, ya, kopi oplosan* Jangan coba-coba menipu mereka yang paham betul aroma kopi Arabika, atau kopi Robusta, apalagi menipu mereka yang menggilai kopi dengan harga yang mahal. Tapi, tidak sedikit mereka yang rela hanya memenuhi gengsi untuk bersosialisasi melalui kopi. Ya, kopi juga merupakan salah satu bentuk sosialisasi, sama halnya seperti rokok, wine, atau fine dining. Sebut saja St*rb*cks. Anak Jakarta mana yang belum pernah nongkrong di kedai kopi itu? Ya, setidaknya mereka pernah mencicipi seteguk saja kopi olahan waralaba asal Seattle, Washington tersebut.

Fakta-fakta unik, penting, dan menarik tentang biji kopi, khasiat meneguk kopi secara rutin, efek samping kebanyakan minum kopi, juga tersaji dengan jumlah yang banyak di dunia maya, silakan googling. Bahkan, kopi juga disebut-sebut sebagai World’s Most Important Beverage

Saking merajalelanya kopi di dunia, tidak sedikit mereka yang percaya bahwa kopi dekat dengan kenyamanan, sehingga para pengusaha tidak takut untuk bertarung menciptakan kedai kopi dengan kenyamanan sekelas restoran. Tidak sungkan bagi mereka yang senang dengan tata letak suatu kopi, rela menghabiskan selembar uang seratus ribuan tiap kali datang. Bahkan, persinggahan di kedai kopi sudah menjadi gengsi tersendiri di beberapa kalangan. Banyak dari mereka yang memang senang minum kopi, namun tidak sedikit dari mereka yang terpaksa duduk di kedai kopi karena harus menemani temannya menghabiskan puntung rokok dan secangkir kopi.

Sayapun sering menghabiskan waktu di kedai kopi. Menyelesaikan tugas akhir yang njelimet (dulu), numpang wifi gratis, atau mungkin hanya sekedar ingin minum kopi menahan kantuk.

Santai, menghabiskan waktu, bertemu orang lain, ngobrol, meeting, keseruan yang mungkin dilakukan sambil duduk di kedai kopi. Indonesia sebagai negara yang memiliki kopi (yang menurut banyak orang adalah kopi terbaik di dunia) patut berbangga bagaimana kopi lokal dapat berprestasi di dunia internasional. Mungkin buat yang gak terlalu suka minum kopi, bisa coba menanam kopi, membuat lapangan pekerjaan. Atau mungkin mencoba menjadi pedagang biji kopi, atau barista di kedai kopi. Memahami, dan kemudian bersantai bersama kopi.

Have a nice Monday’s coffee!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s