Skripsi, Tesis, Tugas Akhir, dan koloninya

Akhirnya, untuk edisi curhatan kali ini, saya memutuskan untuk kembali memakai bahasa Indonesia. Setelah beberapa orang protes mengapa blog saya berubah menjadi kebule-bulean, tapi demi apapun yang lebih baik, tak apalah.

Ya, Alhamdulillah, saya akan segera memasuki tahapan atau semester terakhir dalam jenjang pendidikan sarjana yang sedang saya jalani. Senang atau tidak, saya akan segera menjadi seorang sarjana *yeay*. Namun, pilihannya adalah proses seperti apa yang akan saya pilih untuk saya jalani sebelum menjadi seorang sarjana?

Pendidikan sarjana di institusi tempat saya mengabdi, membutuhkan waktu 4 tahun (atau lebih) sampai seseorang mahasiswa layak dinyatakan sebagai seorang alumni, dan kenyataan ini, mudah atau tidak, sedang saya jalani.

Memasuki semester 8 (dan semoga menjadi semester terakhir) di ITB, saya disambut dengan kewajiban menyelesaikan Tugas Akhir, atau untuk jurusan ilmu sosial biasa dikenal dengan Skrispi. Well, untuk banyak mahasiswa, topik ini menjadi ‘momok’ yang tidak ada habisnya, tapi tidak akan mungkin dihindari.

Proses perjalanan seorang mahasiswa menjalani kehidupan perkuliahannya akan membentuk pola pikir setelah lepas dari bangku kuliah. Seberapa besar sistem pendidikan di bangku sarjana akan mempengaruhi kualitas individu seorang mahasiswa akan terlihat dari apa-apa saja yang telah dilaluinya, baik itu sistem organisasi, struktur kepanitiaan dengan berbagai keribetannya, dan naik-turun menjalani proses akademik yang menjadi mutlak bagi tiap mahasiswa.

Dengan bangga, saya katakan, saya sudah melalui tujuh semester pada jenjang pendidikan sarjana saya, bagaimanapun hasilnya. Dan sekarang, saya lagi dapet ‘kejutan’ di salah satu tahapan yang harus segera saya lalui. Tugas Akhir.

Sejak awal diajar oleh seorang dosen muda di semester 3, saya sekejap terpesona dengan beliau. Pola pikir yang tidak semua dosen miliki, cara mengajar yang tertata namun berinovasi, dan sebutlah semua hal lain yang membuat mahasiswa merasa betah duduk di kelas dan memperhatikan penjelasan seorang dosen. Itu dari saya, sisanya, silakan bertemu sendiri dengan beliau, Prof. Satria Bijaksana.

Sejak beberapa bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menjalani Tugas Akhir saya di bawah bimbingan beliau, dan Alhamdulillah, beliau menyetujuinya. Sekarang, saya sedang memasuki masa baca-baca paper dan materi-materi pendalaman terkait ilmu tugas akhir.

Banyak orang berpikir bahwa tahapan untuk menyelesaikan tugas akhir adalah menentukan topik, mencari dosen yang sesuai dengan topik, dan kemudian menjalani prosesnya. Namun, sejak beberapa waktu lalu, saya memutuskan untuk melakukannya tidak berurutan. Saya mencari dosen yang saya rasa akan menjadi pembimbing terbaik untuk saya, dan sisanya akan menyesuaikan menjadi menyenangkan, seharusnya.

Di detik ini, saya masih belum menyesal atas tahap-tahap yang sudah dilalui. Mari kita tunggu beberapa bulan lagi, saat Tugas Akhir saya selesai.

Wish me any best luck. And so all of you!

2 pemikiran pada “Skripsi, Tesis, Tugas Akhir, dan koloninya

  1. Hada, semangat yaa tugas akhirnya!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s