#4: Aku Mahasiswa Impianku

Aku mulai pendidikanku di bangku institusi ini. Berkali-kali kuyakinkan diriku, bahwa ini bukan mimpi di siang bolong. Aku memang sudah resmi menjadi mahasiswa, di kampus ini. Sekarang giliranku menghadapi kenyataan-kenyataan yang selama ini belum kupahami. Bagaimana kerasnya menjadi seorang mahasiswa, beratnya tinggal sendiri jauh dari keluarga, susahnya mengatur keuangan yang serba pas-pasan, dan permasalahan hati yang kadang ikut meramaikan hariku. Aku bersyukur masih diberikan kesempatan atas ujian-ujian ini, Tuhan masih sayang padaku. Aku hanya ingin menjadi dewasa dan lebih tegar melalui tiap kisah yang melukis hidupku. Tidak lagi anak ingusan yang hanya bisa meminta tanpa tanggung jawab. Ini tanggung jawabku saat ini, menjadi berhasil di bangku kuliah, dengan nilai yang baik. Hanya itu yang bisa kubawa pulang ke rumah untuk Ayah dan Ibu.

Satu tahun pertama kujalani, kubawa pulang transkrip nilai ke rumah. Aku gagal masuk jurusan impianku, Teknik Perminyakan. Proses ini memang jelas, bahwa aku sedang diarahkan untuk sesuatu yang aku belum pahami betul, Tuhan sedang memperhatikanku. Besarnya impianku terhadap jurusan kuliah ini, ternyata tidak cukup membawa nilaiku untuk mampu membawaku di jajaran persaingan yang sangat ketat. Aku sudah membuat rencana cadangan. Aku memilih ilmu lain, yang masih berhubungan di dunia perminyakan, yang ternyata setelah kujalani, ilmu yang kupelajari ini adalah awal dari proses eksplorasi minyak dan gas bumi.

Pada awalnya aku kecewa, betapa tidak, aku sudah bermimpi bertahun-tahun bisa kuliah di jurusan ini. Namun, ketika aku sudah mulai merasakan ilmu kebumian yang biasa kami sebut geofisika ini, aku menyadari beberapa hal. Pertama, aku tidak terlalu menyukai bidang ilmu teknik perminyakan. Kedua, aku lebih menyukai ilmu geofisika ini. Terakhir, aku tidak sepayah itu mengenai pelajaran fisika. Sejak SMA, aku tidak pernah mampu mengerjakan persoalan fisika yang diberikan guruku di sekolah. Tidak heran, banyak teman-temanku yang menertawakanku, ketika mereka tahu, aku kuliah di jurusan yang berjudul “fisika”.

Aku paham, dua kali aku menginginkan sesuatu yang begitu besar, kampus ini dan jurusan teknik perminyakan, dua kali aku sempat gagal.

Apakah Tuhan sedang mengabaikanku?

Aku selalu percaya bahwa justru Tuhan selalu bersamaku setiap saat. Kegagalan menurutku ini adalah bukti bahwa Tuhan masih memperhatikanku, ya, mungkin ini bukan kegagalan namanya. Aku mengerti satu hal penting. Ketika kita sudah mempunyai rasa ikhlas, benar-benar ikhlas dari dalam hati, ketika itu kita sudah siap dengan segala kemungkinan, ketika itu pula Tuhan akan memberikan keputusannya. Ya, ikhlas memang bukan perkara mudah. Tidak dapat diukur, tidak dapat dituliskan, tidak dapat diutarakan, dan tidak dapat disalahkan.

Satu pemikiran pada “#4: Aku Mahasiswa Impianku

  1. You do very great way dek. Always.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s