Siapa namamu?

Hei, aku bertemu lagi denganmu. Kupikir, akan memakan waktu setahun, atau mungkin dua tahun lamanya hingga kita ditakdirkan berjumpa lagi.

Terakhir, waktu kita bertemu, aku ingat sekali, betapa sebenarnya aku tak berharap apalagi siap melihat ada-mu. Aku berusaha kabur dan membuatmu kabur dari hadapanku. Air mata yang kau sebabkan adalah satu-satunya alasan ketakutanku bertemu denganmu.

Kau sering dengan bangganya merasukiku, merasuki teman-temanku, bahkan orang-orang yang belum tentu akrab denganmu. Apa dayaku, aku juga korbanmu.

Walaupun kita baru bertemu hampir dua bulan yang lalu, aku tetap masih takut. Kau lebih dari sesosok monster yang menghisap kebahagiaanku, kau lebih dari sepaket pemikiran yang siap menerkam rancangan masa depan indah, dan kau lebih dari kenyataan yang ingin kuhindari.

Aku tidak sempat berani mengeja namamu. Namamu cukup panjang, ya, bila dilihat dari dampak perbuatan setelah ini. Namamu singkat, sampai-sampai aku tak ingin mengingatnya.

Kecewa, itu esok. Ya, namamu Kecewa, kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s