Menangnya Hati di Hari Fitri

Tidak selamanya menang itu indah, tidak indah, tidak bahagia. Banyak kaum mengasumsikan hari lebaran sebagai titik kemenangan kita atas perlawanan terhadap hawa nafsu yang selama ini kita belenggu selama bulan Ramadhan. Terkadang setuju boleh saja, tidak setuju apa lagi. Toh, ini yang namanya hidup. Semuanya akan selalu terkait dengan ‘ya’ atau ‘tidak’.

Ada yang memberikan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas berhasilnya si anak melawan hawa nafsu, ada yang memberikan uang jajan tambahan atau THR pada saat hari raya atas prestasinya melawan syaitan nafsu sebulan lamanya. Ini budaya kita. Tidak mengerti darimana datangnya budaya ini, tapi inilah kita. Ketika kita diberikan penghargaan atas sesuatu yang sudah menjadi kewajiban kita, tentu dua kali lipat rasa untungnya. Coba saja, tiap melakukan doa pada Tuhan, anda akan dihadiahi satu juta rupiah. Silakan hitung berapa miliar rupiah yang akan anda kantungi selama hidup anda hanya dari berdoa.

Tidak ada yang salah. Sekali lagi tidak ada yang salah.

Hanya yang terpenting, bagian dari kemenangan adalah bagaimana kita berhasil memenangkan hati. Hati yang selama ini memang seharusnya dilatih untuk dijaga. Hati untuk menjaga perasaan orang lain, hati untuk membawa kita pada pilihan yang lebih bijak, hati yang lebih tenang dan bahagia, hati yang ikhlas, hati yang fitri.

Selamat Idul Fitri 1432 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s